TVRI resmi menjadi pemegang hak siar sejumlah tayangan besar yang disiarkan gratis lewat jalur terestrial nasional ke seluruh penjuru negeri, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Sayangnya, tidak sedikit warga yang mengeluh kanal TVRI tidak muncul di layar meski televisi sudah mendukung siaran digital sepenuhnya dan dalam kondisi baik.
Penyebabnya beragam, mulai dari belum dilakukannya pemindaian ulang saluran hingga posisi antena yang kurang tepat mengarah ke lokasi pemancar terdekat dari rumah.
Artikel berikut merangkum daftar frekuensi TVRI di berbagai wilayah Indonesia sekaligus langkah lengkap agar siarannya kembali muncul di layar rumah masing-masing.
Daftar Isi
Frekuensi TVRI di Berbagai Wilayah Indonesia
Setiap daerah memiliki angka frekuensi UHF yang berbeda karena disesuaikan dengan lokasi pemancar dan kondisi geografis wilayah tempat tinggal masing-masing warga.
Berikut rincian frekuensi TVRI berdasarkan sejumlah wilayah yang paling banyak dicari masyarakat menjelang berbagai tayangan besar berskala nasional maupun internasional.
- Jabodetabek menggunakan kanal 43 UHF atau sekitar 650 MHz. Kanal ini melayani wilayah DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Bogor, Tangerang, dan sekitarnya.
- Bandung Raya memakai kanal 35 UHF. Jangkauan siarannya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, serta sebagian wilayah Kabupaten Sumedang.
- Cirebon dan Kuningan menggunakan kanal 29 UHF. Frekuensi tersebut juga dapat diterima di sejumlah wilayah yang berada di sekitar kawasan timur Provinsi Jawa Barat.
- Tasikmalaya memanfaatkan kanal 39 UHF, sedangkan kawasan Ciamis dan Kota Banjar menggunakan kanal 32 UHF sesuai pemancar digital yang melayani wilayah tersebut.
- Purwakarta, Karawang, Indramayu, Subang, dan Cianjur memperoleh layanan melalui kanal 30 UHF. Sebagian wilayah Sumedang memanfaatkan kanal yang berbeda sesuai lokasi pemancar.
- Semarang dan sejumlah wilayah Jawa Tengah menggunakan kanal 30 UHF. Beberapa daerah lain memanfaatkan kanal berbeda sesuai cakupan pemancar yang tersedia.
- Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Solo Raya menerima siaran TVRI melalui kanal 29 UHF sehingga masyarakat dapat melakukan pencarian menggunakan kanal tersebut.
- Surabaya dan kawasan Gerbangkertosusila memakai kanal 35 UHF. Wilayah lain di Jawa Timur menggunakan kanal berbeda sesuai lokasi pemancar masing masing.
- Banda Aceh memanfaatkan kanal 29 UHF. Sementara wilayah Lhokseumawe memakai kanal 35 UHF dan Kota Langsa menggunakan kanal 30 UHF.
- Kota Medan dan kawasan sekitarnya menerima siaran TVRI melalui kanal 28 UHF. Sejumlah daerah lain di Sumatera Utara menggunakan kanal berbeda sesuai pemancar.
- Kota Padang menggunakan kanal 30 UHF. Wilayah Pasaman Barat memanfaatkan kanal 41 UHF, sedangkan Payakumbuh dan Lima Puluh Kota menggunakan kanal 32 UHF.
- Pekanbaru memperoleh layanan melalui kanal 39 UHF. Wilayah Dumai memakai kanal 32 UHF, sedangkan Rokan Hulu menggunakan kanal 28 UHF.
- Kota Jambi memanfaatkan kanal 44 UHF. Muara Bungo menggunakan kanal 30 UHF dan Kuala Tungkal menerima siaran melalui kanal 43 UHF.
- Bengkulu menggunakan kanal 34 UHF. Wilayah Mukomuko memperoleh siaran melalui kanal 45 UHF sesuai pemancar yang melayani daerah tersebut.
- Palembang memanfaatkan kanal 29 UHF atau sekitar 538 MHz. Prabumulih memakai kanal 30 UHF, Sekayu kanal 31 UHF, serta Lubuk Linggau kanal 27 UHF.
- Bandar Lampung menerima siaran melalui kanal 33 UHF. Kotabumi menggunakan kanal 31 UHF, sedangkan Liwa memanfaatkan kanal 29 UHF.
- Pangkalpinang menggunakan kanal 30 UHF. Sebagian wilayah Bangka memanfaatkan kanal 28 UHF, sedangkan beberapa daerah lain memakai kanal berbeda.
- Kota Batam memperoleh siaran melalui kanal 48 UHF. Natuna menggunakan kanal 43 UHF dan Kepulauan Anambas menerima layanan melalui kanal 45 UHF.
- Masyarakat di Bali dapat melakukan pencarian melalui kanal 30 UHF. Kanal tersebut melayani hampir seluruh kabupaten dan kota di Pulau Bali.
- Mataram memanfaatkan kanal 29 UHF. Kota Bima menggunakan kanal 28 UHF, sedangkan beberapa wilayah NTB lainnya menyesuaikan pemancar setempat.
- Pontianak memakai kanal 29 UHF. Singkawang menggunakan kanal 34 UHF, sementara Sambas menerima siaran melalui kanal 36 UHF.
- Palangka Raya memperoleh layanan melalui kanal 30 UHF. Sampit menggunakan kanal 28 UHF dan Pangkalan Bun memanfaatkan kanal 29 UHF.
- Banjarmasin menggunakan kanal 30 UHF. Wilayah Amuntai memanfaatkan kanal 29 UHF dan Kotabaru juga menerima siaran melalui kanal 30 UHF.
- Samarinda menggunakan kanal 28 UHF. Balikpapan memanfaatkan kanal 38 UHF dan Melak memperoleh layanan melalui kanal 31 UHF.
- Manado memakai kanal 29 UHF. Gorontalo menggunakan kanal 34 UHF, sedangkan Palu menerima siaran melalui kanal 35 UHF.
- Makassar memperoleh siaran melalui kanal 28 UHF. Bone memakai kanal 30 UHF dan Sinjai memanfaatkan kanal 32 UHF.
- Ambon menggunakan kanal 33 UHF. Ternate memanfaatkan kanal 28 UHF, sedangkan Tual menerima layanan melalui kanal 30 UHF.
- Jayapura menggunakan kanal 43 UHF. Biak memakai kanal 29 UHF, Merauke kanal 28 UHF, Sorong kanal 28 UHF, dan Manokwari juga menggunakan kanal 28 UHF.
Warga di luar daftar tersebut disarankan mengecek kanal resmi media sosial TVRI daerah masing-masing agar mendapat angka frekuensi yang paling akurat.
Bila kanal TVRI belum tampil di layar, masyarakat bisa melakukan pemindaian atau scan ulang secara otomatis melalui Set Top Box dengan menggunakan sambungan kabel HDMI atau RCA.
Jangan lupa untuk mengaktifkan fitur LCN sebelum melakukan scan otomatis. Pada menu pengaturan cari fitur Scan Otomatis, lalu tunggu hingga proses pemindaian selesai.
Alasan Kanal TVRI Kerap Tidak Muncul di TV Digital
Sejumlah warga kerap bertanya mengapa kanal TVRI tidak kunjung muncul meski televisi sudah berjenis digital atau memakai set top box keluaran terbaru.
Penyebab paling umum adalah perangkat belum pernah dilakukan pemindaian ulang sejak pertama kali dipasang atau dibeli dari toko elektronik terdekat rumah.
Selain itu, posisi antena yang berada di dalam ruangan atau terhalang bangunan tinggi turut memperlemah sinyal yang seharusnya bisa diterima dengan baik.
Kondisi geografis seperti pegunungan atau lembah juga dapat menghambat pancaran sinyal digital sehingga kanal menjadi sulit terdeteksi secara otomatis.
Kesalahan memasukkan angka frekuensi saat pemindaian manual turut menjadi penyebab kanal TVRI gagal muncul sepenuhnya di layar televisi milik warga tersebut.
Kanal yang Tersedia Setelah Pemindaian Berhasil
Setelah proses pemindaian rampung, warga umumnya dapat langsung menikmati beberapa kanal turunan TVRI sekaligus dalam satu paket siaran digital secara gratis.
- TVRI Nasional, kanal utama yang menayangkan program berita, hiburan, hingga tayangan olahraga berskala nasional maupun internasional.
- TVRI World, kanal berorientasi internasional yang menyajikan konten budaya dan informasi Indonesia untuk pemirsa global.
- TVRI Sport, kanal khusus tayangan olahraga termasuk pertandingan besar yang haknya dipegang secara resmi oleh TVRI.
- Kanal daerah seperti TVRI Sumsel, TVRI Jabar, dan sejumlah stasiun lokal lain yang menyiarkan konten khas kedaerahan.
Tips Agar Sinyal TVRI Tetap Stabil
Selain melakukan pemindaian ulang, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kestabilan sinyal siaran digital di rumah masing-masing.
- Bersihkan kabel antena secara berkala karena karat atau kotoran dapat mengganggu kualitas sinyal yang diterima perangkat televisi.
- Hindari meletakkan antena terlalu dekat dengan perangkat elektronik lain yang berpotensi menimbulkan interferensi sinyal digital.
- Gunakan penguat sinyal atau booster apabila lokasi rumah berada cukup jauh dari titik pemancar TVRI terdekat.
Dengan sinyal yang stabil, warga bisa menikmati siaran TVRI tanpa gangguan gambar patah maupun suara yang tiba-tiba terputus saat sedang asyik menonton.








