Pengisian Sasaran Kinerja Pegawai menjadi agenda yang perlu diperhatikan oleh setiap guru ASN pada setiap periode penilaian. Data yang dimasukkan akan menjadi bahan evaluasi kinerja sekaligus dasar penilaian oleh atasan.
Memahami alur pengisian sejak awal dapat membantu guru menyelesaikan setiap tahapan dengan lebih tertata. Persiapan yang baik juga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan saat mengisi data pada aplikasi.
E-Kinerja BKN menyediakan berbagai menu untuk mencatat rencana kerja, capaian, hingga bukti pendukung yang berkaitan dengan tugas selama satu periode penilaian. Setiap menu memiliki fungsi yang saling berkaitan.
Sebelum mulai mengisi, pengguna perlu memastikan akun ASN Digital dapat diakses dengan normal. Koneksi internet yang stabil juga diperlukan agar proses penyimpanan data berjalan tanpa kendala.
Selain itu, seluruh dokumen pendukung sebaiknya dipersiapkan lebih awal. Langkah sederhana ini dapat mempercepat proses pengisian karena setiap berkas sudah tersedia saat dibutuhkan.
Guru juga perlu mencermati periode penilaian yang sedang berlangsung. Kesalahan memilih periode dapat menyebabkan data tersimpan pada bagian yang tidak sesuai dengan jadwal penilaian.
Bagi guru yang akan melengkapi SKP Triwulan 2 tahun 2026, terdapat beberapa tahapan yang perlu diselesaikan secara berurutan. Mulai dari menambahkan periode penilaian hingga mengisi realisasi pekerjaan.
Mengisi setiap bagian secara teliti akan memudahkan atasan ketika melakukan proses verifikasi. Data yang lengkap juga membantu menggambarkan capaian kerja sesuai tugas yang telah dilaksanakan.
Daftar Isi
Cara Menambahkan Periode Penilaian Triwulan 2
Tahap pertama sebelum melengkapi SKP adalah menambahkan periode penilaian. Pastikan periode yang dipilih sesuai dengan jadwal penilaian yang sedang berlangsung.
- Masuk ke Portal ASN Digital menggunakan akun yang telah terdaftar, kemudian selesaikan proses verifikasi keamanan sesuai metode autentikasi yang digunakan.
- Setelah halaman utama terbuka, pilih menu Layanan Individu ASN, kemudian buka menu Kinerja untuk melihat daftar SKP yang tersedia.
- Cari SKP dengan periode 1 Januari 2026 sampai 31 Desember 2026, lalu pilih menu Penilaian agar halaman pengisian dapat dibuka.
- Klik tombol Tambah Periode Penilaian, kemudian pilih Triwulan 2 yang mencakup periode April hingga Juni 2026.
- Periksa kembali pilihan periode sebelum menyimpan agar data tidak masuk ke periode penilaian yang berbeda.
- Setelah proses berhasil, pastikan periode Triwulan 2 telah muncul pada daftar penilaian dan siap digunakan untuk tahap berikutnya.
- Sebaiknya pengisian tidak dilakukan mendekati batas waktu agar masih tersedia kesempatan memperbaiki data apabila ditemukan kekeliruan.
Guru masih memiliki waktu sekitar satu bulan setelah periode berakhir untuk melengkapi seluruh data, namun mengisi lebih awal jauh lebih aman daripada menunggu tenggat.
Cara Menambahkan Rencana Aksi
Setelah periode penilaian aktif, tahap berikutnya adalah menyusun rencana aksi yang menjadi turunan dari rencana hasil kerja atau RHK yang telah dibuat sebelumnya.
- Buka menu Rencana Aksi pada periode penilaian Triwulan 2 yang sebelumnya telah berhasil ditambahkan pada aplikasi E Kinerja.
- Periksa daftar Rencana Hasil Kerja yang tersedia, kemudian tentukan pekerjaan mana yang benar benar memiliki aktivitas selama Triwulan 2.
- Pilih tombol Tambah pada RHK yang akan diisi, kemudian masukkan uraian kegiatan secara jelas sesuai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
- Isikan target pekerjaan berdasarkan capaian yang direncanakan selama April hingga Juni, bukan berdasarkan target tahunan secara keseluruhan.
- Pastikan target yang dimasukkan masih berkaitan langsung dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan pada masing masing RHK.
- Simpan rencana aksi yang telah dibuat, kemudian ulangi langkah yang sama pada RHK lain apabila memang terdapat kegiatan pada periode tersebut.
- Biarkan RHK yang belum memiliki aktivitas tetap kosong. Cara ini membantu menjaga kesesuaian antara rencana kerja dengan pelaksanaan di lapangan.
Guru tidak wajib mengisi rencana aksi pada seluruh RHK yang terdaftar, cukup pada RHK yang aktivitasnya memang berlangsung selama triwulan kedua saja.
Cara Upload Bukti Dukung
Bukti dukung berfungsi sebagai dokumen pembuktian bahwa rencana aksi yang dituliskan benar-benar dilaksanakan, sehingga tahap ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.
- Siapkan seluruh dokumen yang berkaitan dengan setiap rencana aksi, kemudian kelompokkan berdasarkan RHK agar lebih mudah ditemukan saat akan diunggah.
- Unggah seluruh dokumen ke layanan penyimpanan daring, seperti Google Drive atau media lain yang dapat diakses melalui tautan berbagi.
- Susun dokumen ke dalam folder yang berbeda sesuai jenis kegiatan sehingga proses pemeriksaan oleh atasan menjadi lebih mudah dipahami.
- Setelah proses unggah selesai, buka pengaturan berbagi pada folder yang akan digunakan sebagai bukti pendukung.
- Ubah izin akses menjadi dapat dibuka oleh siapa saja yang memiliki tautan agar proses penilaian tidak terkendala pembatasan akses.
- Salin tautan folder yang telah disiapkan, kemudian kembali ke menu Bukti Dukung pada aplikasi E Kinerja.
- Pilih tombol Tambah, isi nama bukti dukung sesuai dokumen yang dilampirkan, lalu tempelkan tautan pada kolom yang tersedia sebelum menyimpan.
- Periksa kembali tautan yang telah dimasukkan dengan cara membukanya melalui peramban untuk memastikan seluruh dokumen dapat diakses tanpa kendala.
Pastikan tautan sudah bisa diakses sebelum disimpan, sebab atasan langsung akan membuka dokumen ini saat memberikan penilaian terhadap kinerja guru setiap triwulan.
Cara Mengisi Realisasi
Realisasi merupakan tahap akhir yang menggambarkan pencapaian nyata guru dibandingkan dengan target yang sudah dituliskan pada rencana aksi sebelumnya.
Realisasi perlu diisi secara objektif sesuai kondisi pekerjaan yang telah diselesaikan. Kesesuaian antara target, capaian, dan bukti dukung akan memudahkan proses penilaian oleh atasan.
- Buka menu Realisasi pada RHK yang sebelumnya telah memiliki rencana aksi dan bukti dukung.
- Klik tombol Edit pada kolom realisasi, kemudian masukkan uraian hasil pekerjaan sesuai capaian yang telah diperoleh selama Triwulan 2.
- Jelaskan hasil kerja menggunakan informasi yang jelas, singkat, dan sesuai fakta agar mudah dipahami saat proses evaluasi berlangsung.
- Tambahkan sumber data yang mendukung capaian tersebut sehingga informasi yang disampaikan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Pastikan realisasi masih selaras dengan target yang telah ditetapkan pada rencana aksi agar penilaian berjalan secara konsisten.
- Simpan perubahan setelah seluruh data selesai diisi, kemudian ulangi langkah yang sama pada setiap RHK yang memiliki aktivitas.
- Periksa kembali seluruh isian sebelum mengakhiri proses pengisian untuk memastikan tidak ada kolom yang masih kosong.
Setelah seluruh tahapan tuntas, guru tinggal menunggu proses penilaian dari atasan langsung yang akan meninjau kesesuaian antara target dan realisasi.
Tips Agar Pengisian SKP Lebih Efisien
Mengisi SKP setiap triwulan sebenarnya bisa terasa ringan apabila guru membiasakan diri mendokumentasikan kegiatan sejak hari pertama pelaksanaan berlangsung.
- Simpan foto dan dokumen kegiatan langsung setelah acara selesai agar tidak kesulitan mencari berkas saat mendekati tenggat pengisian SKP.
- Buat folder khusus di penyimpanan awan untuk setiap RHK sejak awal tahun sehingga proses pengelompokan bukti dukung menjadi lebih cepat.
- Catat target dan realisasi secara berkala setiap bulan, bukan hanya menjelang batas akhir triwulan, agar data yang dimasukkan lebih akurat.
Kebiasaan mencatat sejak dini juga membantu guru menghindari kesalahan pengisian yang sering terjadi akibat mengandalkan ingatan semata di akhir periode.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Sejumlah kendala kerap muncul saat guru mengisi SKP, mulai dari kesalahan teknis hingga kelalaian dalam menyiapkan dokumen pendukung yang sebenarnya dibutuhkan.
- Lupa mengubah akses tautan Google Drive menjadi publik sehingga atasan tidak dapat membuka bukti dukung yang sudah ditambahkan sebelumnya.
- Mengisi rencana aksi pada seluruh RHK padahal hanya sebagian yang benar-benar berjalan di periode triwulan tersebut, sehingga data menjadi tidak akurat.
- Menunda pengisian hingga mendekati tenggat akhir, yang berisiko membuat guru lupa detail kegiatan atau kehilangan dokumen pendukung penting.
Menghindari kesalahan sederhana ini akan membuat proses penilaian kinerja berjalan lebih lancar tanpa harus melakukan revisi berulang kali kepada atasan.








