Kartu Tanda Penduduk menjadi salah satu dokumen yang paling sering diminta untuk berbagai kebutuhan administrasi. Mulai dari melamar pekerjaan, membuka rekening, hingga mendaftar layanan tertentu, salinan KTP hampir selalu diperlukan.
Tidak sedikit orang memilih mencetak sendiri salinan KTP menggunakan printer di rumah. Cara ini dinilai lebih praktis karena tidak perlu mencari tempat fotokopi dan hasil cetak juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Meski terlihat sederhana, masih banyak pengguna yang mendapati hasil cetakan KTP tidak sesuai ukuran aslinya. Gambar bisa tampak terlalu besar, terlalu kecil, atau bahkan berubah proporsi setelah dimasukkan ke Microsoft Word.
Masalah tersebut umumnya muncul karena Word akan menyesuaikan ukuran gambar secara otomatis saat pertama kali dimasukkan ke lembar kerja. Akibatnya, ukuran asli kartu identitas tidak lagi dipertahankan.
Supaya hasil cetak tetap menyerupai kartu fisik, pengguna perlu mengetahui dimensi resmi KTP. Informasi ini membantu proses pengaturan gambar sehingga ukuran yang dicetak tetap presisi.
Selain mengetahui ukuran yang benar, proses penyuntingan gambar juga tidak boleh diabaikan. Foto atau hasil pemindaian KTP sebaiknya dipotong terlebih dahulu agar hanya bagian kartu yang terlihat.
Kualitas gambar turut memengaruhi hasil akhir. Semakin tajam foto atau hasil pemindaian yang digunakan, semakin jelas pula tulisan dan elemen pada salinan KTP setelah selesai dicetak.
Microsoft Word menyediakan fitur yang cukup lengkap untuk mengatur ukuran gambar tanpa memerlukan aplikasi desain tambahan. Karena itu, banyak orang memanfaatkan aplikasi ini sebagai solusi cepat sebelum mencetak dokumen.
Standar ukuran KTP sendiri telah ditetapkan secara internasional sehingga setiap kartu memiliki dimensi yang sama. Hal tersebut memudahkan pengguna saat ingin membuat salinan dengan ukuran yang identik.
Memahami ukuran kartu identitas dalam berbagai satuan juga memberikan kemudahan ketika menggunakan pengaturan yang berbeda. Beberapa versi Word memakai sentimeter, sedangkan perangkat lain dapat menggunakan milimeter atau inci.
Daftar Isi
Ukuran Foto KTP di Word dalam cm, mm dan inci
Sebelum mengubah ukuran gambar di Microsoft Word, hal pertama yang perlu diketahui adalah dimensi resmi kartu identitas. Acuan ini membuat hasil cetak memiliki ukuran yang sama dengan KTP asli.
Standar ukuran e KTP mengacu pada ISO 7810, yaitu standar internasional yang digunakan pada berbagai jenis kartu identitas. Karena memakai standar tersebut, ukuran seluruh e KTP di Indonesia dibuat seragam.
Berikut ukuran kartu identitas yang dapat digunakan saat mengatur gambar di Microsoft Word.
- Dalam satuan milimeter, ukuran resmi KTP adalah 85,60 mm × 53,98 mm. Satuan ini biasanya dipakai ketika membutuhkan ukuran yang lebih presisi.
- Dalam satuan sentimeter, ukurannya menjadi 8,56 cm × 5,398 cm. Format ini merupakan ukuran yang paling sering digunakan pada Microsoft Word.
- Dalam satuan inci, ukuran kartu identitas ini setara dengan 3,37 inci × 2,125 inci. Beberapa komputer menggunakan satuan ini sebagai pengaturan bawaan.
- Apabila gambar akan digunakan untuk keperluan cetak berkualitas tinggi dengan resolusi 300 DPI, ukuran yang umum dipakai sekitar 1004 × 636 piksel sehingga hasilnya tetap tajam.
Meskipun tersedia dalam beberapa satuan, seluruh ukuran tersebut sebenarnya mengacu pada dimensi fisik yang sama. Pengguna hanya perlu memilih satuan yang sesuai dengan pengaturan pada perangkat.
Saat memasukkan gambar ke Word, pastikan orientasi kartu tetap horizontal seperti bentuk aslinya. Posisi yang berubah dapat membuat proses penyesuaian ukuran menjadi kurang akurat.
Bila menggunakan foto dari kamera ponsel, usahakan gambar memiliki sudut pengambilan yang lurus. Foto yang miring berpotensi membuat ukuran terlihat tidak proporsional setelah dicetak.
Selain dimensi, pastikan seluruh sisi kartu masih terlihat utuh sebelum dilakukan proses pemotongan. Bagian tepi yang terpotong dapat mengurangi informasi penting pada salinan KTP.
Ukuran yang tepat bukan hanya membuat tampilan lebih rapi, tetapi juga membantu memastikan seluruh data pada kartu tetap mudah dibaca ketika digunakan sebagai dokumen pendukung administrasi.
Selanjutnya, setelah mengetahui dimensi yang benar, proses berikutnya adalah mengatur ukuran gambar tersebut di Microsoft Word agar hasil cetaknya sesuai dengan ukuran kartu identitas asli.
Cara Mengatur Ukuran Foto KTP di Word
Setelah mengetahui ukuran yang sesuai, langkah berikutnya adalah mengatur gambar KTP di Microsoft Word. Proses ini cukup sederhana dan dapat dilakukan tanpa memasang aplikasi tambahan.
Sebelum mulai, pastikan foto atau hasil pemindaian memiliki kualitas yang baik. Gambar yang jelas akan memudahkan proses penyuntingan sekaligus menghasilkan cetakan yang lebih tajam.
Lakukan pengaturan secara bertahap agar ukuran akhir tetap presisi. Berikut langkah yang dapat diterapkan.
- Buka Microsoft Word, kemudian buat dokumen baru agar proses pengaturan gambar lebih mudah dilakukan tanpa terganggu objek lain yang sudah ada.
- Pilih menu Insert, lalu klik Pictures. Cari lokasi penyimpanan foto KTP pada komputer, kemudian masukkan gambar tersebut ke lembar kerja Word.
- Apabila gambar masih menampilkan meja, tangan, atau latar belakang lain, gunakan fitur Crop untuk memotong bagian yang tidak diperlukan hingga hanya kartu identitas yang terlihat.
- Klik gambar yang sudah dipotong, kemudian buka tab Picture Format. Langkah ini akan menampilkan berbagai pilihan untuk mengatur tampilan gambar.
- Cari bagian Size, kemudian isi nilai Width sebesar 8,56 cm dan Height sebesar 5,398 cm. Bila menggunakan satuan lain, sesuaikan dengan ukuran resmi yang telah dijelaskan sebelumnya.
- Jika ukuran tidak dapat diubah secara bebas, buka menu Size and Position, lalu nonaktifkan opsi Lock Aspect Ratio apabila diperlukan. Setelah ukuran sesuai, aktifkan kembali agar proporsi gambar tetap terjaga.
- Pilih menu Wrap Text, kemudian gunakan pilihan selain In Line with Text, misalnya In Front of Text. Cara ini memudahkan gambar dipindahkan ke posisi yang diinginkan.
- Atur letak gambar pada halaman hingga terlihat rapi. Sisakan ruang yang cukup apabila ingin menambahkan salinan KTP lain dalam satu lembar kertas.
- Salin gambar menggunakan Ctrl + C, kemudian tempel kembali memakai Ctrl + V apabila membutuhkan lebih dari satu salinan dalam satu halaman cetak.
- Periksa kembali ukuran setiap gambar sebelum dicetak. Pastikan seluruh salinan memiliki dimensi yang sama sehingga hasil akhirnya tetap seragam.
Proses tersebut hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi dapat memberikan hasil yang jauh lebih rapi dibandingkan mencetak gambar tanpa penyesuaian ukuran terlebih dahulu.
Apabila ukuran sudah sesuai, salinan KTP akan tampak lebih proporsional saat dicetak. Informasi pada kartu juga lebih mudah dibaca karena tidak mengalami perubahan skala yang berlebihan.
Cara Mencetak Salinan KTP dari Microsoft Word
Setelah ukuran gambar sesuai dengan standar, tahap berikutnya adalah mencetak dokumen. Sebelum menekan tombol cetak, lakukan pemeriksaan singkat agar hasilnya sesuai harapan.
Pengaturan printer yang tepat membantu menjaga ukuran kartu tetap akurat. Selain itu, kualitas cetak juga menjadi lebih baik sehingga seluruh informasi pada KTP masih mudah dibaca.
Ikuti langkah berikut untuk mencetak salinan kartu identitas melalui Microsoft Word.
- Tekan tombol Ctrl + P pada keyboard atau pilih menu File, kemudian klik Print untuk membuka halaman pengaturan pencetakan.
- Pastikan printer yang digunakan sudah terhubung dengan komputer dan berada dalam kondisi siap mencetak agar proses tidak terganggu.
- Pilih ukuran kertas yang digunakan, misalnya A4, karena jenis kertas ini paling umum dipakai untuk mencetak salinan dokumen.
- Atur orientasi kertas sesuai kebutuhan. Posisi potret biasanya cukup untuk mencetak beberapa salinan KTP dalam satu halaman.
- Periksa kembali tampilan melalui Print Preview. Tahap ini penting untuk memastikan ukuran gambar tidak berubah sebelum dicetak.
- Pilih mode cetak berwarna apabila ingin hasil menyerupai kartu asli. Gunakan mode hitam putih bila hanya diperlukan sebagai salinan administrasi.
- Atur kualitas pencetakan pada tingkat tinggi jika printer menyediakan pilihan tersebut. Cara ini membantu menghasilkan tulisan yang lebih tajam.
- Klik Print dan tunggu hingga seluruh proses selesai. Setelah itu, potong kertas mengikuti tepi gambar apabila memerlukan ukuran yang lebih ringkas.
Mengecek hasil cetakan setelah proses selesai juga tidak kalah penting. Apabila ukuran masih belum sesuai, lakukan penyesuaian kembali pada gambar sebelum mencetak ulang.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengatur Ukuran KTP di Word
Banyak pengguna merasa ukuran sudah benar, tetapi hasil cetaknya tetap berbeda dari kartu asli. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa kesalahan sederhana yang sering terlewat.
Memahami penyebabnya dapat membantu menghemat waktu sekaligus mengurangi penggunaan kertas akibat proses cetak berulang.
- Menggunakan gambar yang belum dipotong sehingga masih terdapat latar belakang. Akibatnya, ukuran yang diatur bukan hanya kartu, melainkan seluruh area foto.
- Mengubah ukuran gambar dengan menarik sudut menggunakan mouse. Cara ini sering membuat ukuran menjadi tidak presisi karena hanya mengandalkan perkiraan.
- Tidak memeriksa satuan ukuran pada Microsoft Word. Ada perangkat yang memakai inci, sedangkan pengguna memasukkan ukuran dalam sentimeter.
- Mengabaikan tampilan Print Preview sehingga perubahan ukuran baru diketahui setelah dokumen selesai dicetak.
- Memakai gambar dengan resolusi rendah yang menyebabkan tulisan tampak pecah ketika diperbesar atau dicetak.
- Mengaktifkan pengaturan pencetakan yang menyesuaikan ukuran halaman secara otomatis. Fitur tersebut dapat membuat ukuran kartu berubah tanpa disadari.
- Menempatkan gambar terlalu dekat dengan tepi halaman sehingga sebagian bagian berisiko terpotong saat proses pencetakan berlangsung.
Kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila seluruh pengaturan diperiksa sebelum mencetak. Luangkan beberapa menit untuk memastikan ukuran dan posisi gambar sudah benar.
Kapan Salinan KTP Hasil Cetak Bisa Digunakan?
Salinan KTP yang dicetak sendiri umumnya dipakai untuk melengkapi berbagai kebutuhan administrasi. Meski begitu, pengguna tetap perlu memperhatikan ketentuan dari instansi yang meminta dokumen.
Beberapa lembaga menerima hasil cetak dari printer selama informasi pada kartu terlihat jelas. Namun, ada pula instansi yang tetap meminta fotokopi langsung dari kartu fisik.
Salinan hasil cetak biasanya digunakan untuk beberapa keperluan berikut.
- Melengkapi persyaratan pendaftaran sekolah, perguruan tinggi, atau pelatihan yang memerlukan identitas diri.
- Mengajukan lamaran pekerjaan apabila perusahaan meminta dokumen identitas sebagai bagian dari berkas administrasi.
- Membuka rekening, mendaftar layanan tertentu, atau melengkapi proses verifikasi identitas sesuai ketentuan penyedia layanan.
- Menyiapkan arsip pribadi sehingga pengguna memiliki cadangan salinan apabila sewaktu waktu diperlukan.
Sebelum menyerahkan hasil cetak, pastikan seluruh informasi masih terlihat jelas dan mudah dibaca. Apabila instansi menetapkan ketentuan khusus, gunakan format salinan sesuai persyaratan yang berlaku.








